Rabu, 27 April 2016

Administrasi Ujian Sekolah 2016

Selamat siang para sahabat dan para guru se-Indonesia.

Administrasi Ujian Sekolah/US dan Ujian Nasional merupakan hal wajib bagi sekolah penyelenggaran UN/US. hal ini sangat dibutuhkan karena peranan administrasi data ini juga tak lepas dalam penyelenggaraan suatu kegiatan, begitu pula Ujian di Sekolah baik Jenjang SD/MI/SMP/MTs, SMA/MA/SMK akan melakukan pola administrasi yang sama dalam US atau UN yang akan diselenggarakan.

Aplikasi Administrasi Ujian ini memiliki isi data sebagai berikut:




Panduan Penggunaan Aplikasi Excel Pembuat Administrasi Ujian Nasional Dan Ujian Sekolah

Menu Utama tepat dihadapan: isi kan nama sekolah, alamat, tanggal legalitas, tanggal UN/US
Nominasi: Data isian untuk Siswa, silahkan sesuaikan
Data Awal: Memuat data Jadwal dan Ruang silahkan sesuaikan
Nomor Tempel Meja: cukup jelas
Denah Tempat Duduk: cukup jelas
Daftar Peserta Per Ruang : cukup jelas
Daftar Hadir Siswa : Presensi Kehadiran
Tata Tertib: cukup jelas
Pakta Integritas : cukup jelas
Jadwal Pengawas : cukup jelas
Label Ruang : cukup jelas
Label dilarang masuk : cukup jelas
Sampul Naskah Ujian : cukup jelas
Daftar Hadir Pengawas : cukup jelas
Rekap Kehadiran Pengawas : cukup jelas
Serah terima soal LJK : cukup jelas

Sangat mudah dalam menggunakan Aplikasi Administrasi Ujian ini. dari menu yang sudah menunjukkan kemudahan dalam penyesuain data Sekolah Bapak/ibu. Silahkan unduh pada link dibawah ini untuk mencoba selengkapnya....
Silahkan klik link di bawah ini untuk mengunduh file administrasi ujian sekolah 2016.


Pembelajaran Saintifik

Perkenankan saya Puji Susmiyanto menulis sedikit tentang Pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah pembelajaran yang terdiri atas kegiatan mengamati (untuk mengidentifikasi hal-hal yang ingin diketahui), merumuskan pertanyaan (dan merumuskan hipotesis), mencoba/mengumpulkan data (informasi) dengan berbagai teknik, mengasosiasi/ menganalisis/mengolah data (informasi) dan menarik kesimpulan serta mengkomunikasikan hasil yang terdiri dari kesimpulan untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap. Langkah-langkah tersebut dapat dilanjutkan dengan kegiatan mencipta.


Piramida Saintifik


Kurikulum 2013 mengembangkan sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik. (Permendikbud Nomor 54/2013) Bagaimana Kurikulum 2013 memfasilitasi peserta didik memperoleh nilai-nilai, pengetahuan, dan keterampilan secara berimbang?, bagaimana proses pembelajaran dilaksanakan?

Prinsip-prinsip kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik kurikulum 2013, yakni :

  1. peserta didik difasilitasi untuk mencari tahu;
  2. peserta didik belajar dari berbagai sumber belajar;
  3. proses pembelajaran menggunakan pendekatan ilmiah;
  4.  pembelajaran berbasis kompetensi;
  5.  pembelajaran terpadu;
  6.  pembelajaran yang menekankan pada jawaban divergen yang memiliki kebenaran multi dimensi;
  7.   pembelajaran berbasis keterampilan aplikatif;
  8.  peningkatan keseimbangan, kesinambungan, dan keterkaitan antara hard-skills dan soft-skills;
  9. pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat;
  10. pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan (Ing Ngarsa Sung Tuladha), membangun kemauan (Ing Madya Mangun Karsa), dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran (Tut Wuri Handayani);
  11. pembelajaran yang berlangsung di rumah, di sekolah, dan di masyarakat;
  12. pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran;
  13. pengakuan atas perbedaan individualdan latar belakang budaya peserta didik; dan
  14.   suasana belajar menyenangkan dan menantang.

Berikut contoh kegiatan belajar dan deskripsi langkah-langkah pendekatan saintifik pada pembelajaran kurikulum 2013 adalah:

  1. Mengamati: membaca, mendengar, menyimak, melihat (tanpa atau dengan alat) untuk mengidentifikasi hal-hal yang ingin diketahui - Mengamati dengan indra (membaca, mendengar, menyimak, melihat, menonton, dan sebagainya) dengan atau tanpa alat.
  2. Menanya: mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati - Membuat dan mengajukan pertanyaan, tanya jawab, berdiskusi tentang informasi yang belum dipahami, informasi tambahan yang ingin diketahui, atau sebagai klarifikasi.
  3. Mencoba/mengumpulkan data (informasi): melakukan eksperimen, membaca sumber lain dan buku teks, mengamati objek/kejadian/aktivitas, wawancara dengan narasumber - Mengeksplorasi, mencoba, berdiskusi, mendemonstrasikan, meniru bentuk/gerak, melakukan eksperimen, membaca sumber lain selain buku teks, mengumpulkan data dari nara sumber melalui angket, wawancara, dan memodifikasi/ menambahi/mengembangkan.
  4. Mengasosiasikan/mengolah informasi: SISWA mengolah informasi yang sudah dikumpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan mengumpulkan/eksperimen mau pun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi - mengolah informasi yang sudah dikumpulkan, menganalisis data dalam bentuk membuat kategori, mengasosiasi atau  menghubungkan fenomena/informasi yang terkait dalam rangka menemukan suatu pola, dan menyimpulkan.
  5. Mengkomunikasikan: SISWA menyampaikan hasil pengamatan, kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya - menyajikan laporan dalam bentuk bagan, diagram, atau grafik; menyusun laporan tertulis; dan menyajikan laporan meliputi proses, hasil, dan kesimpulan secara lisan.
  6. (Dapat dilanjutkan dengan) Mencipta: SISWA menginovasi, mencipta, mendisain model, rancangan, produk (karya) berdasarkan pengetahuan yang dipelajari.

      Demikian sedikit ulasan saya pada kesempatan ini, semua ini saya tulis dalam diklat E-Learning tanggal 25 - 28 April 2016 oleh IKIM Purwodadi, yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan, bertempat di UPTD Pendidikan Kecamatan Gabus. E-Learning ini bertujuan agar guru dalam pelaksanaan pembelajaran, dapat menggunakan media pembelajaran dengan maksimal.